Pembentukan Dan Sifat Sifat Asam Karboksilat

Pembentukan Dan Sifat Sifat Asam Karboksilat


        Asam lemah yang berada dalam pelarut cair maka sebagian molkekulnya saja yang terionisasi dengan melepas atom hidrogen injadi ion H+ merupakan asam akrboksilat. Asam karboksilat adalah asam yang biasa disebut dengan asam alkanoat dan golongan asam organic alifatik yang memiliki gugus karboksil (-COOH) . Gugus karboksil ini ialah  suatu gugus yang mengandung 2 gugus didalamnya yaknigugus karbonil dan juga gugus hidroksil. Asam karboksilat juga mempunyai lebih dari satu gugus fungsional dan bersifat polar. Asak karboksilat yang mengandung atom karbon yang lebih banyak maka kebanyakanakan larut sebagian didalam air  sedangkan larutan yang tidak mempunyai ikatan hidrogen , maka asam karboksilat tersebut akan berada sebagai sepasang molekul yang bergabung yang disebut dengan “dimer” atau dua baagian.

Pembentukan asam karboksilat

        Pembentukan asam karboksilat dapat melalui jalur sintesa yang bisa dikelompokkan dalam 3 cara yakni, reaksi hidrolisis turunan asam karboksilat, cara oksidasi, dan cara sintsa Grignard(Fersenden, 1997).

  • Oksidasi alkil benzene

        Pada reaksi tersebut, alkana dan benzene tidak reaktif terhadap oksidator K2Cr2O7 dan H2SO4 tetapi benzene dapat memungkinkan substituent alkil menjadi mudah untuk dioksidasi. Gugus alkil ini akan dioksidasi sehingga dapat menghasilkan gugus –COOH yang langsung berikatan dengan inti benzene.

  • Oksidasi alcohol primer atau aldehid



        Oksidasi alcohol primer ini akan melibatkan hilangnya satu atau lebih atom hidrogen yaitu (hidrogen ɑ) dari karbon yang terikat pada gugus hidroksil. Produk yang nantinya diperoleh akan bergantung dari keberadaan atom (hidrogen ɑ) sehingga dapat membentuk alcohol primer, sekunder ataupun tersier. Contohnya dengan menggunakan katalis KMnO4.

        Alcohol primer dioksidasi menjadi asamm karboksilat dalam 2 tahap, pertama menjadi aldehida dan kemudian menjadi asam. Zat pengoksidasi yang sering digunakan versi yang disederhanakan dari persamaan ini menggunakan “O” untuk mewakili oksigen. Pembentukan aldehida ditunjukan oleh persamaan yang disederhanakan:


        R adalah atom hidrogen atau gugus hidrokarbon sama seperti gugus alkil. Kemudian aldehida dioksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan asam karboksilat:

        Jika dimulai dari aldehida, jelas hanya melakukan tahap kedua ini. Mulai dari dari alcohol primer dapat digabungkan menjadi satu persamaan tunggal:

        Segbagai contoh jika mengubah etanol menjadi asam etanoat. Persamaan yang disederhanakan ialah:


        Ada kemungkinan bahwa mungkin menulis persamaan yang tepat untuk reaksi ini daripada yang disederhanakan dapat dikerjakan dari persamaan setengah electron. Persamaan lengkap untuk dikonversi alcohol primer menjadi asam karboksilat ialah:

  • Adisi karbon dioksida pada pereaksi Grignard


        Untuk reaksi sintesis asa karboksilat dengan pereaksi Grignard ini, dimana gass karbon dioksida dialirkan kedalam larutan eter yang terdapat pereaksi Grignard dan es kering yang mana sekaligus digunakan sebagai pendingin reaksi.

  • Hidrolisis nitril

        Nitril dapat dihasilkan jika suatu alkil halide direaksikan dengan natrium sianida dalam pelarut dimetil sulfoksida. Reaksi ini berupa reaksi eksotermik yang berlagsung secara cepat pada suhu kamar. Kemudian senyawa nitril yang telah dihasilkan akan dihidrolisis dalam asam dan selanjutnya di didihkan, reaksi alkil halide dan juga sianida ini merupakan reaksi substitusi nukleofilik karena HCN adalah asam lemah sedagkan CN- ialah asam kuat dan nanti akan mampu menarik ion H sehingga akan terjadi reaksi eliminasi bersama reaksi substitusi.


        Nitril dipanaskan dengan refluks dengan asam encer seperti asam hidroklorat encer. Asam kerboksilat terbentuk contohnya mulai dari ethanenitrile dan akan mendapatkan asam etanoat, asam etanoat dapat disuling dari campuran.

Sifat Sifat Asam Karboksilat

Sifat Fisika

  • Pada suhu kamar, asam karboksilat yang bersuhu rendah itu berupa zat cair yang encer, pada suhu tengah berupa zat cair yang kental sedangkan  pada suhu tinggi berupa zat padat yang tidak larut dalam air.
  • Kuatnya tarik mrnarik antar molekul menyebabkan titik didih dan titik leleh asam karboksilat relative lebihtinggi bahkan lebih tinggi dari alcohol yang bersesuaian.
  • Asam karboksilat memiliki kelarutan yang lebih besar dalam air dibandingkan alcohol, aldehid, keton, dan eter. Dengan meningkatnya berat molekul, kelarutan asam karboksilat dalam air menurun. Asam karboksilat yang dapat larut sempurna dalam air ialah asam karboksilat dengan 1 sampai 4 karbon.
  • Ketika ditempatkan dalam pelarut nonpolar senyawa ini akan membentuk dimer melaluiikatan hidrogen antara gugus hidroksil dari satu asam karboksilat dan gugus karbonil yang lainnya.
  • Asam karboksilat bisa dapat terionisasi sebagian dalam air sehingga termasuk dalam senyawa yang memiliki elektrolit yang lemah.

Sifat Kimia

  • Asam karboksilat memiliki ikatan hidrogen sesamanya sehingga dapat berikatan secara hidrogen dengan molekul air dan asam karboksilat memiliki gugus hidroksil yang bersifat polar sehinga asam karboksilat termasuk senyawa polar.
  • Keasamannya bergantung pada kestabilan basa konjugasinya jika terdapat suatu atom yang bersifat elektronegatif maka atom itu akan menstabilisasi basa konjugasi semakin stabil maka suatu asam karboksilat tersebut semakin kuat tingkat keasamannya.
  • Asam karboksilat dapat direduksi menjadi alcohol dengan memperlakukannya dengan hidrogen untuk menyebabkan reaksi hidrogenasi kemudian setelah direduksi dengan alcohol semyawa ini akan menghasilkan aster.
  • Semakin menurunnya Tingkat kereaktifan asam karboksilat seiring dengan peningkatan jumlah atom karbon, itu dapat menjadikan semakin tinggi suhu maka akan semakin tidak reaktif asam karboksilat tersebut.


Permasalahan :

  1. Mengapa semakin dekat letak atom elektronegatif dengan gugus fungsi (COOH) semakin kuat pula tingkat keasamannya?
  2. Bagaimana jika oksidasi alcohol menjadi asam karboksilat menggunakan pelarut atau katalis selain larutan KMnO4? Jelaskan
  3. Ketika ditempatkan dalam pelarut nonpolar, senyawa ini akan membentuk dimer  melalui ikatan hidrogen antara gugus hidroksil dari satu asam karboksilat dan gugus karbonil yang lainnya. Mengapa pelarut nonpolar menjadi factor penting untuk membentuk dimer pada suatu asam karboksilat?

 


Komentar

  1. baiklah saya ROSA ULY JAYANTI NIM A1C119022 ingin mencoba menjawab permasalahan nomor 3
    menurut saya, Semakin banyak polar terlarut secara istimewa dalam pelarut yang lebih polar, dan semakin sedikit polar terlarut dalam pelarut yang kurang polar.Di sini, sering terjadi bahwa asam karboksilat akan membentuk dimer pada lapisan organik sehingga rasio distribusi akan berubah sebagai fungsi dari konsentrasi asam (diukur dalam kedua fase).

    BalasHapus
  2. Saya Lara Prastica NIM A1C119045 ingin menjawab permasalahan no 2. Menurut saya reaksi oksidasi alkil benzena untuk menghasilkan asam karboksilat menggunakan oksidator kuat dan suhu yang tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa katalis lain selain KMnO4 bisa katalis kalium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan asam karboksilat. Jika Kalium dikromat (VI) diganti dengan larutan lain contohnya, Natrium dikromat (VI). Karena yang penting adalah pada ion dikromatnya dimana memiliki persamaan dan perubahan warna yang sama. Jika oksidasi ini terjadi, maka larutan orange yang mengandung ion-ion dikromat(VI) kemudian direduksi menjadi larutan yang berwarna hijau yang mengandung ion-ion kromium(III).

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Nestiya Wulandari nim A1C119101 akan menjawab permasalahan pada nomor 1.

    Menurut saya karena, keasamannya bergantung pada kestabilan basa konjugasinya jika terdapat suatu atom yang bersifat elektronegatif maka atom itu akan menstabilisasi basa konjugasi semakin stabil maka suatu asam karboksilat tersebut semakin kuat tingkat keasamannya.
    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar