Mekanisme Reaksi Oksidasi Pada Berbagai Senyawa Organik
Mekanisme Reaksi Oksidasi Pada Berbagai Senyawa Organik
Reaksi oksidasi ialah suatu reaksi kimia yang
melibatkan perpindahan electron. Secara khusus, berarti zat yang memberikan electron
yang teroksidasi. Oksidasi merupakan hilangnya electron selama reaksi oleh
molekul, atom/ion. Oksidasi terjadi ketika keadaan oksidasi suatu molekul,
atom/ion meningkat.
Mekanisme
reaksi oksidadi pada berbagai senyawa organic :
- Reaksi oksidasi pada alcohol
Reaksi oksidasi pada alcohol akan menghasilkan
senyawa karbonil. Oksidasi ini akan mengakibatkan hilangnya satu atau lebih
atom hydrogen (hydrogen ɑ) yang terikata pada atom karbon yang mempunyai gugus –OH.
Pada alcohol primer mempunyai 2 hydrogen ɑ yang salah satu atau keduanya dapat
dilepaskan, sehingga alcohol beruah menjadi aldehida atau asam.
Oksidasi pada alcohol primer ini akan menghasilkan
aldehida atau asam karboksilat yang sangat bergantung pada pemilihan pereaksi
dan kondisi reaksinya. Dalam kasus pembentukan asam karboksilat, alcohol pertama
tama dioksidasi menjadi aldehida yang kemudian dioksidasi lebih lanjut oleh
asam. Pada oksidasi parsial menjadi aldehiod akan diperoleh aldehida jika
digunakan alcohol berlebihan dan menyaring aldehida segera setelah terbentuk. Metode
yang baik untuk membuat alcohol dalam skala laboratorium dengan menggunakan piridium
klorokromat (PCC, C5H6NCrO3Cl) dalam pelarut
diklorometana.
Oksidator yang juga banyak dipakai ialah pereaksi
jones (CrO3 dalam asam sulfat) yang akan mengoksidasi alcohol primer
menjadi asam karboksilat.
Pada alcohol sekunder akan dioksidasi dengan mudah
yang menjadi keton. Oksidasi dalam skala murah dan juga besar sering
menggunakan natrium dikromat dalam larutan asam asetat.
Pada alcohol tersier tidak dioksidasi oleh larutan
nartium atau kalium dikromat yang diasamkan. Tidak ada reaksi sama sekali, jika
dilihat apa yang terjadi dengan alcohol primer dan sekunder, akan dilihat bahwa
zat pengoksidasi mengeluarkan hydrogen dari gugus –OH dan hydrogen dari atom
karbon yang terikat pada –OH. Alcohol tersier tidak memiliki atom hydrogen yang
terikat pada atom karbon itu. Harus dapat menghilangkan 2 atom hydrogen tertentu
untuk mengatur ikatan rangkap karbon-oksigen.
- Reaksi oksidasi pada alkena
a. oksidasi oleh KMnO4 (Hidroksilasi)
akan membentuk 1,2-diol pada alkena yang dapat
terjadi karena reaksi antara alkena dengan KMnO4.
b. pembentukan epoksida
c. pemaksapisahan (Cleavage)
oksidasi alkena dengan pemaksapisahan akan
menghasilkan produk yang berbeda, tergantung kondisi oksidasi dan struktur
alkena. Produk oksidasi pemaksapisahan ditentukan dengan ada atau tidaknya atom
hydrogen yang terikat pada ikatan rangkap (karbon sp2). Bila tiap
karbon alkena tidak mengikat hidrogrn maka akan dihasilkan 2 molekul keton.
Bila karbon alkena memiliki saru atomhidrogen maka
akan dihasilkan produk aldehida atau
asam karboksilat.
Jika pada satu sisi ikatan rangkap alkena tersubstitusi 2 alkil, sedangkan sisi lain hanya tersubstitusi satu alkil maka produk yang akan ddihasilkan suatu keton pada sisi tersubstitusi 2 alkil dan pada sisi tersubstitusi satu alkil dihasilkan aldehid atau asam karboksilat.
Pemasalahan
:
- Mengapa alcohol dapat dioksidasi menjadi aldehida atau asam karboksilat tergantung pada kondisi reaksinya? Dan pada kondisi seperti apa alcohol primer akan menjadi asam karboksilat?
- Mengapa asam peroksibenzoat dan asam m-kloroperoksibenzoat yang sering digunakan dalam pembentukan epoksida sebagai asam peroksi?
- Jelaskan apa yang menyebabkan 2 molekul keton dapat dihasilkan dari karbon alkena yang tidak mengikat hydrogen pada reaksi oksidasi pemaksapisahan ?










Saya sayida harahap Nim A1C119088, izin untuk menjawab permasalahan nomor 1. Alkohol dapat dioksidasi sehingga menghasilkan aldehid dan asam karboksilat karena adanya bantuan katalis, atom O dari oksidator akan menyerang atom H yang terikat ke atom C yang mengandung gugus - OH (atom C karbinol). Asam karboksilat bisa terbentuk setelah teroksidasinya alkohol primer, karena asam karboksilat ini merupakan reaksi oksidasi lanjutan dari alkohol primer. Asam karboksilat akan terbentuk jika pada aldehid masih terdapat atom H yang memiliki elektron bebas yang kemudian akan di serang oleh O pada reaksi oksidasi lanjutan. Sekian terimakasih semoga membantu
BalasHapusSaya Lara Prastica NIM A1C119045 ingin menjawab permasalahan no 2. Menurut saya Mengapa asam peroksibenzoat (C6H5CO3H) dan asam m-kloroperoksibenzoat sering digunakan dalam pembentukan epoksida sebagai asam peroksi ? Hal ini dikarenakan asam peroksibenzoat dan asam m-kloroperoksibenzoat memiliki sifat keelektrofilan pada kedua asam tersebut tidak mudah terpolarisasi. Sehingga kedua asam tersebut serimg digunakan dalam pembentukan epoksida dibandingkan asam lainnya.
BalasHapus