MEKANISME REAKSI BERSAING SN1 DAN E1
MEKANISME REAKSI BERSAING SN1 DAN E1
Mekanisme reaksi SN1 dan E1 ini mirip, yang mana hasil akhirnya
bergantung pada si penyerang pertama atau biasa disebut nukleofi. Hal tersebut
disebabkan oleh laju reaksi SN1 dan E1 hanya bergantung pada substrat karena
mengikuti kinetika orde pertama. Pada mekanisme ini menggunakan substrat yang
terhalang secara sterik, lemah(netral) yang dimana nukleofil kecil dengan
terjadi pemanasan dan pelarut yang digunakan memiliki polaritas sedang sampai
tinggi. Pada kedua reaksi ini, substrat yang digunakan ialah alkil halide sekunder
dan tersier serta alcohol sekunder dan tersier.
Reaksi eliminasi terjadi dalam dua langkah, mirip dengan mekanisme SN1, ini disebut dengan mekanisme E1(eliminasi, unimolekuler). Langkah pertama, gugus daun meninggalkan dan membentuk karbokation. Kedua, basa menghilangkan proton dan membentuk alkena. Alkena tersubstitusi lebih banyak terbentuk yang mengikuti aturan Zaitsev.
Perhatikan gambar berikut!
Ketika ingin
mengubah OH menjadi H2O+, kita perlu menambahkan asam
kuat. Asam konjugat ialahkelompok pergi yang lebih baik. Air dapat pergi dengan
membentuk karbokation, kemudian basa disisni dapat memutus ikatan C-H dan
membentuk alkena. Kemudiam laju reaksi itu tergantung pada stabilitas
karbokation. Untuk yang tersier, jadi dilanjutkan dengan laju yang cukup
tinggi. Disini ikatan C-H berdekatan dengan karbokation yang memiliki keasaman
sangat tinggi, ini menandakan hamper semua basa lemah cukup untuk
mendeprotonasi karbon. Kemungkinan lebih dari satu spesies dapat bertindak
sebagai pangkalan disini.
Reaksi E1 melewati karbonasi begitu
juga dengan Sn1. Seperti contoh dimana karbokation dibentuk dari alcohol dengan
menambahkan asam kuat seperti HCl, HBr, atau HI, dan berakhir dengan alkil halide.
Permasalahan :
- Mengapa pada reaksi SN1 dan E1 tidak menggunakan pelarut yang memiliki tigkat polaritas yang rendah?
- Apakah yang menjadi penentu laju pada reaksi bersaing SN1 dan E1. Apakah nukleofil, substrat, atau yang lainnya? Jika sudah didapatkan, mengapa penentu laju tersebut?
- Mengapa asam seperti HCl, HBr, atau HI dapat mendominasi terjadinya reaksi SN1?


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, baiklah nama saya Sri Maryati Nim A1C119099. Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.
BalasHapusKarena Pelarut yang baik digunakan pada reaksi SN1 dan E1 adalah pelarut dengan sifat polaritas yang tinggi untuk menstabilisasikan zat antara secara umum dan protik (untuk melarutkan gugus lepas secara khususnya). Pelarut polar protik meliputi air dan alkohol, yang juga dapat bertindak sebagai nukleofil.
Terimakasih 🙏
Halo zai..
BalasHapusSaya Suci Lestari dengan NIM A1C119055 akan mencoba menjawab permasalahan nomer 2
Jadi yang mempengaruhi pada reaksi bersaing SN1 dan E1 ini adalah nukleofil (basa), karena kuat lemahnya nukleofil akan mempengaruhi dan menentukan hasil reaksi. Selain nukleofil, reaktivitas alkil halida juga sangat mempengaruhi terjadinya reaksi ini. Semakin banyak gugus R yang mengikat atom karbon (karbokation) maka mekanisme reaksi akan semakin cepat.
Terimakasih, semoga membantu🙏🏻
Baiklah saya Binro Naibaho dengan NIM A1C119049 akan menjawab permasalahan nomor 3. Ion halida adalah nukleofil yang layak dibawah kondisi suatu reaksi tertentu. Dengan demikian jelas bahwa dengan menambahkan HCl, HBr, dan HI maka reaksi dapat dipercepat. Tetapi ini berlaku untuk reaksi yang berbeda dengan yang biasanya seperti saat diperlukannya OH- sebagai leaving group dimana hal tersebut membuat reaksi E1 menjadi tidak mungkin, karena jika ditambahkan basa kuat akan menjadi reaksi E2 karena itu dilakukan pengasaman. Terimakasih
BalasHapus